Showing posts with label globalisasi. Show all posts
Showing posts with label globalisasi. Show all posts

Interviews about Global Warming

So couple of days ago I, Miss Strawberry, interviewed two of our best friends. They are Amaranti Citaresmi (31) from Bandung, Indonesia. And Leon Breukelman (17) from the Netherlands. So I asked about five questions to all of them.

1. Tell me your opinion about global warming.
2. What things do you do that you think they might help to save the world from global warming ?
3. What else do you think that people can do to save the world ?
4. What bad damages will happened if you don't do anything to save the world ?
5. What mostly caused the global warming ?

So here are the answers.

Leon :
1. My opinion is somewhat neutral I guess. I think some activists are overacting about it, but the government doesn't do much about it, because else the economy will break. But basically, I "believe" in it. It is proven that the earth is warming, and proven that all the machinery does it. We are slowly killing the earth, but don't live long enough to witness it. Kind of unfair to our children.

2. Except from the regular stuff (saving on electricity and recycling and such) the government should not only care about money. They should invest in cars that run on water (which I know they're exist) and make them cheaper, invest the windmills and other unlimited electricity supplies, and try to make all factories and such as clean as possible.

3. The regular people who walk the streets, could help by recycling and also saving electricity and such. But also keep an eye out for each other, walk and ride the bike more often, take the public transportations more instead of you alone in an car. Don't buy unusual stuffs you never will use. That's about it I guess..

4. Well, on (very) long scale, I think the earth just will die out. With no more fossil fuel, the water sinking away, the plants and animals dying and extincting. and eventually just overheat. Somewhat looking like mars a bit maybe?

5. I believe, like I said earlier, that the economy mainly is responsible. Just because if there will be invested in things that are good and durable, nobody will buy as much, and money will become worthless. But in other terms, like proven, CO2 and such. So mainly the cars and factories.

Oh and anyway, it would be possible to use Mars for this. It has been proven or rumored or suggested, that Mars has the same structure as the Earth. But the only thing that will make it livable is CO2. So if there would be power-plants and factories placed on Mars for a while, Earth would last longer, and we perhaps have another planet we can populate.

And we need more trees! less houses, and more trees! Here in Holland we only build a lot. Destroying more and more plants and such

Ama :
1. Some people say global warming is only a dramatized issue, some people say global warming issue is not transparently published so the issue is not really accurate. But dramatized or hidden, I personally believe in the issue. Bandung is a lot more hotter now than before and just look at the strange climate we had in 2010!

2. Well, I try to avoid unnecessary trips by car to save the fuel and so my car won't release too much CO2. I also maintain my car's "health" so it won't release any other dangerous substance to the air. And yeah, save on electricity off course and cut back on the use of papers and tissues. If I happen to have my own house, I'll have lots of plants there -- just wish I have enough space there!

3. Plant more trees and avoid the cut of the trees!!! We need them! At least this is the issue that should be raised in Indonesia.

4. The climate will changed extremely and brings more disaster to the world... At least the world won't be a comfy place to live in when my kids grow up.

5. The fossil-fuel transportation modes, some unqualified home appliances, factories and the lost of plantation areas.

So the point is, we need to avoid global warming and decrease its bad damages for our lives and our futures. It's just that simple. Start saving more electricity like turning off your lamps if they are not used or at the day. Decrease using personal car to reduce C02 (Carbon Dioxide). Do the 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace). Plant more trees as the source of O2 (Oxygen). And don't forget to always use safe things, which won't cause any pollution or damage the environment.

So that's all, guys. Hope this will help you to stop global warming ;) Anyway, thanks for reading and cheers !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Globalisasi: Persatuan atau Perceraian?


Globalisasi: berasal dari kata global - yang berarti universal - yang berasal dari kata globe, bola dunia, ditambah akhiran -isasi yang berarti proses. Globalisasi sendiri adalah suatu proses yang melibatkan orang, kelompok, bahkan negara di seluruh dunia yang tidak mengenal batas tempat, waktu, ataupun ruang. Globalisasi biasanya dikaitkan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet dan televisi, namun sebenarnya hal-hal mendunia yang lebih sederhana seperti koran dan surat juga termasuk globalisasi. Hanya saja sekarang ini koran dan surat sudah tidak se-up-to-date media-media elektronik seperti internet. Namun pada zamannya sendiri, koran dan surat merupakan sumber berita yang paling dapat diandalkan.

Tapi bukan itu inti bahasan kita pada kali ini.

Di sekolah, tentu banyak dari kita yang telah mempelajari dampak-dampak globalisasi. Kita diajari bahwa walaupun globalisasi membawa banyak hal-hal baik seperti pengetahuan dan kemudahan berkomunikasi, globalisasi juga membawa dampak buruk seperti masuknya pengaruh yang tidak sesuai dari budaya lain. Dampak-dampak yang dibawa oleh globalisasi ini tentu berkaitan dengan hubungan antarmanusia. Misalnya, dengan adanya telepon, kita dapat menjalin hubungan kembali dengan, misalnya, saudara kita yang merantau ke Amerika. Ini menyebabkan hubungan kita dengan saudara kita tersebut yang telah renggang karena dipisahkan oleh jarak menjadi rekat kembali. Akan tetapi, bila kita bertelepon dengan saudara kita yang ada di Amerika tersebut terlalu sering dan dalam waktu yang lama, ini akan menyebabkan tagihan telepon kita mahal, sehingga, misalnya, kita dimarahi orangtua. Peristiwa kita dimarahi orangtua ini tentu berarti hubungan kita dan orangtua menjadi renggang. Karena bertelepon terlalu lama bisa saja kita tidak hanya dimarahi, tetapi juga dihukum tidak boleh bermain dengan teman-teman di luar, misalnya. Dari peristiwa semacam ini kita dapat mengetahui bahwa, walaupun globalisasi dapat memperpendek jarak antar dua tempat, ia juga bisa merenggangkan hubungan kita dengan orang-orang di sekitar.

Misalnya lagi, seorang pengguna Facebook menemukan teman masa kecilnya yang sekarang tinggal di luar kota. Karena di kantor si pengguna Facebook ini terdapat internet, ia terlalu bersemangat menjalin hubungan kembali dengan teman masa kecilnya tersebut sehingga ia dipecat dari pekerjaannya. Hal ini sudah lazim terjadi akhir-akhir ini. Hanya karena sebuah aplikasi yang seharusnya menguntungkan, ia kehilangan pekerjaannya. Dua peristiwa yang telah disebutkan ini memiliki dua kesamaan: globalisasi membawa pengaruh buruk, tidak hanya terhadap budaya dan kebiasaan lokal, tetapi juga pada pola hidup seseorang - ia dapat membuat orang kecanduan. Saya sendiri dengan jujur mengakui bahwa saya mungkin termasuk orang-orang yang ketagihan main internet, tetapi saya berusaha menguranginya.

Bukan berarti globalisasi membawa lebih banyak pengaruh buruk. Satu contoh pengaruh globalisasi yang baik adanya adalah... ini. Saya tidak pernah bertemu Miss Cheese, Miss Tiramisu ataupun Miss Strawberry secara langsung dalam kehidupan nyata, tetapi kami dapat membuat blog ini dan menyajikan pikiran-pikiran kami sebagai remaja-remaja senegara yang dipisahkan oleh batasan geografis. Sekarang ini, hal semacam ini pun juga sudah bukan hal yang tidak lazim. Seseorang dapat berteman dengan ribuan orang dari berbagai belahan negara hanya dari dunia maya. Dulu tak percaya rasanya jika membaca tentang dua orang yang berkenalan dari dunia maya lalu berpacaran di kehidupan yang sebenarnya, namun sekarang saya mengenal sendiri orang yang begitu.

Bukan hanya jarak yang diperpendek oleh globalisasi; begitu pula waktu alias jarak usia. Di dunia maya tak terasa bedanya bila kita bicara dengan sesama pengguna internet berusia 12, 26 ataupun 42 tahun. Semuanya sama seperti perbedaan umur tidak lagi penting. Tidak ada saling memanggil "kakak" atau "paman" bila berhadapan dengan orang yang lebih tua (biasanya, sih, kecuali tentu saja, kalau membuat keluarga-maya (e-family). Dalam keluarga maya ini pun belum tentu si ayah lebih tua daripada anaknya, dan bisa saja 'nenek' seseorang juga merupakan kakak iparnya sekaligus). Di kebudayaan timur ini tidak begitu lazim, tetapi di kebudayaan barat ini adalah satu hal yang cukup lumrah. Ini bisa jadi salah satu contoh westernisasi yang dibawa oleh globalisasi.

Seorang remaja 16 tahun dari Malaysia mengatakan bahwa ia merasa di dunia maya ia dapat menjadi dirinya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan perasaan-perasaannya. Di kehidupan nyata, katanya, ia sangat sulit mendapat teman karena semuanya berprasangka dan suka mendiskriminasi orang lain, serta suka menghakimi orang lain sebelum melihat dirinya sendiri (istilah gaulnya, 'ngaca'). Ia merasa ia memperoleh lebih banyak teman di dunia maya daripada di kehidupan nyatanya. Dunia maya menjadi semacam pelarian untuknya.

Jadi, secara garis besar dapat kita simpulkan bahwa globalisasi dapat mempererat dan merenggangkan hubungan secara bersamaan, apalagi jika digunakan secara berlebihan. Marilah kita memanfaatkan hasil-hasil globalisasi dengan sebaiknya sehingga tidak menghalangi ataupun merusak kehidup kita! Salam hangat dari Miss Choco.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS